Jumat, 24 Januari 2014

“KEGIATAN SELAMA PRAKTEK KEMAMPUAN MENGAJAR/PRAKTIKUM SEKOLAH”

MATA KULIAH JURNALISTIK
“KEGIATAN SELAMA PRAKTEK KEMAMPUAN MENGAJAR/PRAKTIKUM SEKOLAH”
Dosen Pengampu : I Ketut Pasek Gunawan, M.Pd.H





IHDN Denpasar

Oleh:
Nama    : Luh Widastri               
NIM    : 10.1.1.1.1.3820/03
Kelas     : PAH A 7



Jurusan Pendidikan Agama Hindu
Fakultas Dharma Acarya
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
2013



Praktikum Sekolah atau Praktek Kemampuan Mengajar sepertinya sudah tidak asing lagi kita dengar di kalangan Perguruan Tinggi. Bahkan orang-orang sekarang sudah banyak mengetahui apa itu yang namanya Praktikum Sekolah walaupun tidak mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi. Sudah pasti yang namanya PKM dilaksanakan di sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Hal ini tergantung dari lembaga, karena sudah ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan dan kesepakatan dari panitia penyelenggara PKM. Untuk tahun ini, pihak lembaga memutuskan tempat PKM berdasarkan absensi, sehingga saya yang bernomor urut awal mendapatkan tempat praktik di SD (Sekolah Dasar). Awalnya cukup terkejut juga mengenai hal ini, namun saya secara pribadi yakin, apapun yang saya dapatkan itu sudah hal terbaik untuk saya. Tepatnya kami bersepuluh orang dari absensi 1-10 mendapatkan tempat praktik yang sama yaitu SD No. 1 Paket Agung yang terletak di Jalan Veteran No.6 Singaraja Bali.
SD No. 1 Paket Agung merupakan salah satu Sekolah Dasar favorit, mengapa saya berani mengatakan seperti itu?, karena dari beberapa informasi yang saya dapatkan dari guru di sekolah ini, banyak orang tua siswa yang datang ke SD N.1 Paket Agung untuk mendaftarkan anak-anak mereka agar dapat diterima di sekolah ini sehingga sulit untuk menolak keinginan para orang tua tersebut. Awalnya saya berpikir, kalau anak-anak yang bersekolah di sekolah ini dari wilayah Banjar Paketan dan sekitarnya seperti Beratan dan Liligundi, tetapi saya keliru karena tidak sedikit siswa yang jarak rumah dengan sekolahnya itu cukup jauh, seperti Kerobokan, Pemaron, dan Panji. Atas dasar itulah dalam satu kelas di sekolah ini terdiri dari banyak siswa dan dapat dikatakan kelas gemuk. Saya bangga mendapatkan tempat praktik di sekolah ini, menjadi suatu kebanggaan tersendiri karena sekolah ini adalah sekolah tertua di Bali. Sekolah ini turut andil dalam kelahiran Presiden Soekarno. Bapak dari Soekarno pernah menjadi guru di SD. No 1 Paket Agung. Selain SD. No 1 Paket Agung, di wilayah ini dalam tempat yang sama juga terdapat SD. No 2 Paket Agung yang berumur lebih muda.
Pertama kali, saya menginjakkan kaki di sekolah ini, perasaan saya cukup degdegan karena sekolah ini memiliki aura tersendiri. Ketika itu di awal bulan Agustus saya bersama beberapa orang teman mengadakan observasi awal. Kesan pertama memasuki areal sekolah ini adalah guru serta pegawainya yang sangat ramah dan sangat antusias dengan kedatangan kami. Kami diterima dengan baik, sehingga 2 hari setelah itu kami dapat melaksanakan penyerahan mahasiswa PKM yang didampingi oleh Pembimbing kami dengan cukup lancar. Hari pertama setelah penyerahan kami diperkenalkan dengan guru-guru yang mengajar di sekolah itu oleh Ibu Kepala Sekolah. Selain itu saya dan teman-teman mengadakan pengenalan lingkungan di wilayah sekolah sambil melihat-lihat keadaan kelas masing-masing. SD No.1 Paket Agung adalah sekolah yang bernuansa Hindu dan Budi Pekerti, dilihat dari kebiasaan siswanya mengucapkan salam panganjali kepada semua guru dan pegawai. Banyak kegiatan yang sudah saya lakukan disekolah ini mulai dari kegiatan mengajar, sembahyang bersama, mengawasi gerak jalan, dan baru beberapa hari ini ada kegiatan jeda semester.
Ada beberapa kejadian ataupun kegiatan selama saya menjadi guru praktik di sekolah ini. Sesuai dengan kesepakatan bersama Guru Pamong, saya ditugaskan  mengajar di kelas V, dimana ruangan kelas ini merupakan bangunan inti dari sekolah rakyat pada zaman Belanda. Ruang kelasnya memiliki aura yang berbeda dengan ruang kelas lainnya. Pertama kali saya memasuki kelas ini untuk mengajar Agama Hindu, saya diantar oleh Guru Pamong. Kemudian saya memperkenalkan diri sebagai guru paraktik yang selama 3 bulan kedepan akan mengajar Agama Hindu di kelas tersebut. Seluruh siswa kelas V sangat antusias dengan kedatangan saya. Perasaan saya begitu degdegan pertama kali mengajar, tetapi saya tetap mencoba untuk tenang. Awalnya anak-anak kelas V sangat sulit untuk diatur, akan tetapi seiring berjalannya waktu, saya bisa beradaptasi dengan mereka. Jika ada orang yang berpikir praktik di Sekolah Dasar itu mudah, saya rasa itu kurang tepat karena setelah saya terjun langsung mengajar di SD, pengelolaan kelaslah yang sangat sulit karena siswanya yang tergolong masih anak-anak. Tidak dapat dipungkiri bahwa pertanyaan dari anak-anak kelas V berbobot walaupun pada saat mengajukan pertanyaan kalimat pertanyaan yang mereka gunakan masih sangat sederhana. Tetapi saya sebagai guru praktik mengetahui bahwa siswa itu memiliki kelebihan masing-masing. Syukur selama ini saya selalu dapat mengajar dengan lancar menggunakan metode mengajar saya sendiri, siswa pun merasa senang walaupun seringkali dalam pembelajaran ada beberapa siswa yang sering mengganggu temannya sehingga tidak segan-segan saya selalu memberikan teguran dengan cara memberikan pertanyaan yang sesuai dengan materi pembelajaran pada saat itu kepada siswa tersebut. Siswa kelas V berjumlah 33 orang, 30 orang beragama Hindu, 2 orang beragama Islam dan 1 orang beragama Kristen.
Selain kelas V, saya juga pernah mengajar di kelas VI dengan mata pelajaran Bahasa Daerah. Siswa kelas V dan VI terkenal nakal dan susah diatur, sama halnya ketika saya memasuki ruang kelas V untuk pertama kali, begitu juga di kelas VI yang keadaan kelasnya hampir sama dengan dikelas V. Bila dibandingkan dengan siswa-siswa yang pernah saya ajar, siswa kelas IV jauh lebih mudah diatur tetapi kendalanya ada pada siswa yang terkadang sangat cerewet dengan suka menanyakan hal-hal diluar pelajaran berulang-ulang kali sehingga membuat saya merasa bosan menjawab pertanyaan dari siswa tersebut. Tetapi sebagai seorang guru praktik saya berusaha untuk bersabar mengingat umur mereka yang masih tergolong anak-anak. Diawal memasuki kelas IV, saya ditugaskan untuk mengajar mata pelajaran Matematika karena pada saat itu guru Matematika berhalangan untuk hadir. Walaupun sedikit bertentangan dengan basic saya sebagai seorang guru jurusan Agama Hindu, saya tetap mencoba mengajar Matematika dengan baik. Ada salah satu siswa di kelas IV yang sangat cerewet dan suka sekali memotong pembicaraan. Hal itu membuat saya agak kesal, sehingga saya memberikan soal kepada siswa tersebut untuk dikerjakan kedepan dan terbukti siswa itu tidak bisa menjawab karena menurut pandangan saya siswa itu lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol dibandingkan dengan memperhatikan guru yang sedang memberikan materi dikelas. Nah, disanalah kesempatan saya untuk memberikan teguran kepada anak tersebut serta memotivasi anak-anak yang lainnya agar tidak mencontoh sikap yang tidak baik dari teman-temannya.
Selain kegiatan mengajar, ada juga beberapa kegiatan non mengajar yang saya dan teman-teman praktik laksanakan. Salah satunya, kegiatan jeda semester yang rutin dilaksanakan setelah pelaksanaan ulangan tengah semester. Banyak lomba yang diadakan seperti lomba mewarnai, balon berpasangan, pancing botol, makan kerupuk, pembacaan undang-undang dan doa serta lomba kebersihan kelas. Kegiatan lomba ini berjalan dengan lancar karena dukungan dari guru dan partisipasi dari seluruh warga sekolah.
Ada pula temuan-temuan yang saya dapatkan, salah satunya adalah ada salah seorang siswa yang kurang dalam pembelajaran tetapi siswa itu unggul di bidang kesenian. Selain itu kelemahan dari siswa ini ketidaktepatan pada saat membaca, kemungkinan karena kurang teliti. Setelah ditelusuri, anak ini diluar sekolah memang malas belajar. Dia lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain. Selain itu ada pula siswa yang sangat nakal, satu sisi siswa ini suka ribut serta suka mengganggu temannya yang sedang belajar, namun disisi lain anak ini sebenarnya mempunyai kelebihan yaitu kecepatan dalam menangkap pelajaran. Terbukti ketika saya mengajar dia bercanda tetapi ketika saya memberikan  pertanyaan dia menjawab dengan benar walaupun kurang sempurna tanpa dibantu oleh teman-temannya. Selain itu kelemahannya terletak pada perilaku yang terkadang kurang sopan terhadap guru. Melihat hal tersebut saya selalu memberikan teguran-teguran kepada anak yang bersangkutan. Sehingga pada suatu kesempatan ketika saya bimbingan mengenai RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) , saya sempat menanyakan hal ini kepada guru pamong dan ternyata anak ini memang sangat nakal tidak hanya disekolah tetapi juga di luar sekolah. Orang tuanya pernah datang ke sekolah untuk menyerahkan anak ini agar dididik dengan cara apapun, karena orang tua dari anak ini sudah merasa tidak sanggup merubah sikap dan perilakunya tersebut. Disinilah peran dari guru sangat diharapkan agar anak ini dapat berubah secara bertahap.
Hal lain yang juga berkesan adalah kebiasaan siswa yang suka mengucapkan salam panganjali kepada guru yang ditemuinya dan dilanjutkan dengan bersalaman. Siswa ini sudah dari awal dididik untuk bersikap hormat kepada siapapun, sehingga hal itu sudah menjadi suatu kebiasaan di SD No. 1 Paket Agung. Seperti biasa sesudah melaksanakan pembersihan dikelas masing-masing, siswa SD No. 1 Paket Agung berdatangan ke Padmasana untuk mebhakti sekaligus nunas tirta. Bagi siswa yang piket pada hari itu bertanggung jawab untuk mempersiapkan segala sarana yang diperlukan. Setelah itu baru dilanjutkan dengan sembahyang bersama dilapangan sekolah yang iikuti oleh semua warga sekolah.
Saya dan teman-teman merasa nyaman praktik di sekolah ini, walaupun ada beberapa siswa yang sering membuat kami kesal tetapi hal itu tidak membuat kami putus asa. Karena diawal kami sudah mengetahui bahwa sebagai seorang guru mengemban tugas yang berat. Kami merasa bangga menjadi guru walaupun masih bertahap sebatas guru praktik. Hal itu tidak mengurangi rasa senang kami bisa diberikan kesempatan untuk berbaur dengan siswa. Itulah beberapa kejadian dan pengalaman saya menjadi guru praktik di SD No.1 Paket Agung.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar